MARILAH BERDISKUSI KEGIATAN 4

ANALISIS DAN HUBUNGAN SUMPAH PEMUDA DENGAN PERGERAKAN KEMERDEKAAN 

Image result for GAMBAR KONGRES PEMUDA










Kelompok 4 
Ketua             : Michele Christoper
Anggota        : 1) Bernadus Christopher Gondomulyo
                            2) Jasen Fransiscus 
                            3) Michele Christoper 
                            4) Wahyu Handoyo 

DATA INFORMASI

  1. Selanjutnya ketika Muhammad Yamin diberikan kesempatan berpidato maka antara lain diungkapkan mengenai perlunya memiliki satu bahasa persatuan. Diusulkannya penggunaan ‘bahasa Melayu’ yang dinilainya sebagai ‘bahasa percakapan dan persatuan yang tepat bagi bangsa Indonesia’.
  2. Untuk pertama kalinya, lagu “Indonesia Raya” diperdengarkan langsung oleh penciptanya, Wage Roedolf Soepratman, dengan gesekan biola. Tetapi tanpa syair, karena dikhawatirkan kata “Indonesia” dan “Merdeka” dalam syair lagu itu bisa menimbulkan masalah dengan petugas Polisi Belanda.
  3. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.
  4. Salah satu pendorong untuk mempersatukan seluruh nusantara yang memiliki karakteristik masing-masing daerah adalah lahirnya Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 adalah tonggak awal timbulnya persatuan Indonesia dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Bagi pelajar di Indonesia, Sumpah Pemuda yang menjadi pendorong untuk mempersatukan Indonesia mempunyai makna tersendiri agar para pelajar di Indonesia memiliki semangat untuk menyatukan perbedaan yang ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari. 
  5. Transformasi pandangan hidup masyarakat Indonesia yang terpecah belah hingga menjadi pandangan hidup sebagai "satu bangsa" dan akhirnya menjadi dasar negara terjadi telah terintis sejak zaman sriwijaya, Majapahit kemudian sumpah pemuda 1928. Nilai2 dalam Sumpah Pemuda dilanjutkan oleh pada pendiri negara dalam sidang-sidang BPUPKI, Panitia Sembilan, serta sidang PPKI dan akhirnya kebulatan tekad rakyat Indonesia yang ditetapkan pada PROKLAMASI tanggal 17 agustus 1945 .
  6. Proses penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Dalam itulah modal yang sangat berharga bagi terbentuknya sebuah "Nation-State" telah disepakati. Adanya kehendak bersama untuk bersatu itu akan mengatasi alasan-alasan seperti kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan sejenisnya dengan tetap menghormati perbedaan-perbedaan yang ada.
  7. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa sejak selesainya kongres pemuda kedua tersebut, organisasi-organisasi pemuda kedaerahan mulai memproses untuk "bersatu menjadi satu wadah", dan baru berhasil secara tuntas, yaitu pada tanggal 31 Desember 1930 dengan nama organisasi "Indonesia Muda".
  8. Kegagalan atas memperjuangkan kemerdekaan Indonesia membuat mereka semua sadar jika rasa nasionalisme harus diserta padukan. Oleh karenanya diadakanlah kongres pemuda satu dengan dua. Dimana mereka menjadi satu kesatuan dan menjadi pemuda Indonesia.
  9. Makna yang terkandung adalah bahwa peristiwa bersejarah itu mengajarkan nilai-nilai persatuan bangsa. Sumpah Pemuda membuktikan, perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia ternyata dapat disatukan sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. 
  10. Sumpah pemuda juga memuat nilai-nilai patriotisme, gotong-royong, musyawarah untuk mufakat, cinta tanah air, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan, kerukunan, kerja sama, cinta damai, serta tanggung jawab. 
  11. Pemuda adalah mereka yang memiliki semangat tinggi, semangat yang terus berkobar bak kobaran api yang takkan pernah padam oleh terjangan badai sekalipun.


ANALISIS 

Sebagai salah satu faktor penting menuju kemerdekaan, Sumpah Pemuda menjadi hal yang sangat berpengaruh. Sumpah pemuda pada dasarnya adalah tonggak pergerakan pemuda untuk bersatu tanpa melihat perbedaan yang ada mulai dari suku, agama, ras, dan lainnya. Berkat kegagalan memperjuangkan kemerdekaan mereka tahu bahwa mereka tidak dapat berjuang sendiri melawan kerasnya penjajah di Indonesia. Sehingga melalui sumpah pemuda persatuan para pemuda dari berbagai daerah dijunjung tinggi. Oleh karena itu, setelah diadakannya kongres-kongres pemuda tersebut pemuda Indonesia mulai menyatukan diri. Bagi mereka, kemerdekaan dan kemuliaan bangsa Indonesia adalah visi bersama yang menjadi tujuan bagi segenap gerakan pemikiran dan perjuangan pemuda Indonesia pada waktu itu. Semangat persatuan nasional yang mereka kobarkan itulah yang akhirnya menjadi roh, jiwa dan sekaligus menjadi  energi serta kekuatan bangsa Indonesia dan akhirnya kita mampu melawan dan mengusir penjajah asing dari bumi Indonesia semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Mereka tidak hanya mengorbankan harta benda yang mereka miliki, tetapi juga rela mengorbankan jiwa dan raga mereka. Kesadaran politik yang muncul dalam semangat perjuangan mereka, telah menjauhkan pikiran, sikap dan tindakan mereka dari kepentingan-kepentingan yang bersifat kepentingan golongan, kelompok apalagi individusikap cinta tanah air, keberpihakkan padanya, kerinduan yang terus menggebu, keharusan berjuang membebaskan tanah air dari cengkraman imperialisme dan menanamkan makna kehormatan dalam jiwa putra-putra bangsa

Banyak peristiwa dalam sumpah pemuda yang sangat berbekas di Indonesia itu sendiri. Sebagai contoh adalah penggunaan Bahasa Indonesia yang hingga saat ini kita pakai. Tentunya sebuah negara perlu ditetapkan adanya bahasa nasional sebagai representasi negara yang merdeka. Pada konggres pemuda ke II tanggal 28 Oktober 1928, lahirlah 3 butir sumpah pemuda yang menyatakan pengakuan tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Jauh sebelum adanya Bahasa Indonesia itu, terdapat tokoh sumpah pemuda  yang membahas bahasa persatuan yaitu Muhammad Yamin. Muhammad Yamin menyatakan penggunaan bahasa melayu sebagai bahasa persatuan. Bukan tanpa kebetulan ia memilih bahasa tersebut terlebih bahasa melayu banyak digunakan di berbagai daerah. Di saat itulah Bahasa Indonesia itu lahir yang berawal dari bahasa melayu dan kemudian nanti akan digunakan sebagai bahasa nasional.  Bahasa Indonesia kemudian disahkan sehari setelah proklamasi kemerdekaan. Pada konggres yang sama, lagu Indonesia Raya kemudian dimainkan pertama kali oleh W.R Supratman hingga pada akhirnya menjadi lagu kebangsaan yang mewakili keseluruhan perjuangan bangsa Indonesia. 


KESIMPULAN 

Dari penjabaran di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa memang Kemerdekaan Indonesia memiliki kesinambungan dengan sumpah pemuda sebagi salah satu tonggak sejarah Bangsa Indonesia. Para pemuda dapat menyingkirkan sifat ke daerahan mereka masing masing demi persatuan Indonesia. Tidak luput dengan kepercayaan yang mereka miliki yaitu Agama. Mereka pun mampu menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dengan mengutamakan  persatuan di antara golongan pemuda tersebut dan menyingkirkaan perbedaan hal sudah menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia sudah mampu menjadi Bangsa yang satu yaang siap menjadi Bangsa yang merdeka karena pemudanua telah mampu menjadi satu kesatuan sebagai Bangsa merdeka. Jika kita mengingat perkataan seorang Tokoh Bangsa “Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia”. Maka persatuan pemuda nya lah yang membuat sebuah Bangsa kuat. Begitu pula persatuan pemuda melalui sumpah pemuda yang membuat Bangsa indonesia memperoleh kemerdekaan.


Comments